TUMBUH
KEMBANG REMAJA
Pertumbuhan diartikan
sebagai suatu prosespertambahan ukuran atau volume serta jumlah sel secara
irreversible, yaitu tidak dapat kembali ke bentuk semula. Perkembangan adalah
suatu proses menuju keadaan yang lebih dewasa. Tumbuh kembang merupakan proses
yang berkesinambungan yang terjadi sejak intrauterin dan terus berlangsung sam
pai dewasa (Soetjiningsih, 2004). Individu mengalami
perubahan secara kuantitatif dan kualitatif dalam pertumbuhan dan perkembangan.
Masa remaja adalah periode yang ditandai dengan pertumbuhan dan
perkembangan yang cepat dari fisik, emosi, kognitif dan sosial yang
menjembatani masa kanak-kanak dan dewasa. Remaja atau adolesens
adalah periode perkembangan selama dimana individu mengalami perubahan dari
masa kanak-kanak menuju masa dewasa, biasanya antara usia 13 sampain20 tahun (Potter & Perry, 2005). Menurut UU No. 4
tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak, remaja adalah individu yang belum
mencapai 21 tahun dan belum menikah. Menurut WHO, anak dianggap remaja bila anak
telah mencapai usia 10-18 tahun. Puberta
merupakan peralihan dari
imaturitas seksual ke masa potensial subur yang berhubungan dengan munculnya
tanda kelamin sekunder. Dalam tumbuh kembangnya menuju dewasa,
berdasarkan kematangan psikososial dan seksual tahapan perkembangan remaja
dibagi menjadi tiga, yaitu masa remaja awal/dini (Early adolescense) usia 11-13
tahun, masa remaja pertengahan (Middle adolescense) usia 14-16 tahun. Masa
remaja lanjut (Late adolescense) usia 17-20 tahun.
Perubahan fisik terjadi
dengan cepat pada masa remaja. Maturasi seksual terjadi seiring perkembangan
karakteristik seksual primer dan sekunder. Empat fokus perubahan fisik yaitu,
peningkatan kecepatan pertumbuhan skelet; otot dan visera, perubahan spesifik
seks, perubahan distribusi otot dan lemak, dan perkembangan sistem reproduksi.
Perubahan yang terlihat atau tidak terlihat terjadi secara pubertas. Semua
perubahan ini terjadi karena perubahan hormonal
dalam tubuh. Ciri-ciri pertumbuhan somatik remaja adalah: 1) sistem
regulasi hormon di hipotalamus; pituitari; kelamin; dan kelenjar adrenal akan
menyebabkan perubahan kualitatif dan kuantitatif pada masa prapubertas sampai
dewasa, 2) perubahan somatik sangat bervariasi dalam umur saat mulai dan
berakhirnya; kecepatan dan sifatnya; tergantung pada masing-masing individu, 3)
setiap remaja tahapan yang sama dalam pertumbuhan somatiknya, 4) timbulnya
ciri-ciri seks sekunder merupakan manifestasi somatik dari aktivitas gonad
(kelamin) dan dibagi dalam beberapa tahap yang berurutan, 5) pertumbuhan
somatik pada remaja mengalami perubahan pada abad terakhir dalam ukuran dan
umur mulainya remaja.
Cara berpikir individu
akan berubah dan berbeda seiring bertambahnya usia, pengetahuan, dan
pengalaman. Perkembangan cara berpikir merupakan satu hal yang akan di alami
individu ketika memasuki masa remaja. Menurut Piaget (salah satu ahli psikoligi
dari Swiss), tahap perkembangan kognitif individu terbagi menjadi 4 stadium.
Pertama adalah stadium sensori-motori (usia 0-18/24 bulan), pada stadium ini
perkembangan intelegensi anak baru terlihat dalam bentuk aktivitas motorik
sebagai reaksi stimulasi motorik. Kedua adalah stadium pra-operasional ( usia
18/24 bulan-7 tahun), stadium ini dimulai dengan penguasaan bahasa yang
sistematis, permainan simbolis, dan meniru perilaku seseorang. Ketiga adalah
stadium operasional (usia 7-11 tahun), pada stadium ini anak mampu melakukan
desentrasi, yaitu mampu memperhatikan lebih dari satu dimensi sekaligus dan
mampu menghubungkan dimensi-dimensi tersebut. Keempat adalah stadium
operasional formal (mulai usia 11 tahun), kemampuan berpikir pada stadium ini
ditandai dengan dua penting, yaitu kemampuan deduktif-hipotesis dan
kobinatoris.
Selain perkembangan
kognitif, pada remaja psikososial pun akan berkembang. Remaja harus mampu
membentuk hubungan yang dekat dengan orang-orang disekitarnya supaya tidak
terisolasi secara sosial. Pada perkembangan psikososial, remaja akan berusaha
mencari identitas-identitas, seperti identitas seksual, identitas kelompok,
identitas keluarga, identitas pekerjaan, identitas kesehatan, identitas
moral, dan moratorium psikososial.
Pada masa remaja
masalah-masalah akan lebih seirng timbul, seperti masalah psikologi, sosial,
kesehatan, dan lain-lain. Hal ini berhubungan dengan pencarian jati diri
penyesuain individu dalam masa remajanya. Dengan tingkat kognitifnya yang
sedang menalami perkembangan, remaja akan mudah sekali dipengaruhi oleh hal-hal
negatif. Oleh karena itu, peran orang tua sangatlah penting untuk mendampingi
anak-anaknya ketika dalam masa perkembangan.
Kesimpulannya adalah
pada masa remaja terjadi perubahan-perubahan secara signifikan mulai dari
perubahan fisik, kognitif, ataupun psikososial. Masa remaja merupakan masa
peralihan seseorang dari anak-anak menuju dewasa, dan hal ini akan di alami
oleh setiap orang. Pada tahap ini, peran orang tua sangat penting untuk terus
memperhatikan anak-anaknya agar masa remaja mereka dapat dilalui dengan baik
dan tidak menimbulkan hal-hal negatif.
Referensi:
Narendra, M. B., & dkk. (2005). Tumbuh
Kembang Anak dan Remaja. Jakarta: Sagung Seto.
Potter, P. A., & Perry, A. G.
(2005). Buku Ajar Fundamental Keperawatan (4 ed., Vol. 1). (D.
Yulianti, M. Ester, Eds., Y. Asih, & [. al.], Trans.) Jakarta: EGC.
Soetjiningsih. (2004). Tumbuh
Kembang Remaja dan Permasalahannya. Jakarta: Sagung Seto.
youtube
BalasHapusyoutube youtube youtube youtube youtube youtube youtube youtube to mp3 convert youtube youtube youtube youtube youtube youtube youtube youtube youtube youtube youtube youtube youtube youtube youtube youtube youtube youtube youtube youtube Rating: 4.8 · 6 reviews · Free · Android · Game